Manajemen Bisnis Bagi UMKM yang Perlu Anda Tahu

Menjalankan UMKM tanpa manajemen bisnis? Wah, Bersiaplah untuk kalah dari pesaing-pesaing Anda. Bisnis sekecil apapun tetap membutuhkan manajemen. Jadi, jika saat ini Anda mulai menjalankan UMKM, maka sebaiknya Anda pikirkan betul tentang manajemen bisnisnya.

Manajemen bisnis di sini bisa Anda definisikan sebagai cara mencapai target dari usaha yang Anda jalankan. Entahkah itu Anda jalankan sendiri atau bersama tim pilihan Anda. Sebesar apapun modal yang Anda miliki, tanpa manajemen bisnis, Hampir bisa dipastikan bisnis Anda tidak akan bertahan.

Jika Anda tidak ingin usaha Anda gulung tikar bahkan sebelum berkembang, siapkan manajemen bisnis yang sesuai. UMKM diharapkan menjadi bisnis alternatif yang tidak hanya menyokong finansial pegiatnya, tetapi juga menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

8 manajemen bisnis skala UMKM yang perlu Anda tahu

1. Perhatikan manajemen di segala aspek

Manajemen di sini melingkupi segala aspek, tidak hanya pada kemasan produk Anda. Jika Anda adalah manajer untuk usaha yang Anda jalankan, Anda perlu berpikir secara menyeluruh. Mengapa? Karena ini berhubungan dengan hidup dan matinya usaha Anda.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan Anda kelola manajemennya dengan baik. Apa saja? Mari kita simak bersama.

a. Produksi

b. Pengembangan

c. Risiko

d. Sumber daya manusia/karyawan

e. Pemasaran

f. Pemulihan

g. Keuangan

7 hal di atas memerlukan manajemen yang baik serta serius. JIka selama ini Anda tidak pernah memperhatikan hal-hal tersebut, sekaranglah waktunya memperbaiki. Jika sudah diatur manajemennya dengan baik, maka selanjutnya Anda tingga mengontrolnya agar selalu dalam pengawasan Anda.

Manajemen yang baik tidak hanya membuat Anda lebih mudah menjalankan usaha, tetapi juga membantu Anda memperoleh keuntungan secara lebih maksimal.

2. Manajemen produksi

Bicara tentang produksi, maka kita tidak bisa mengabaikan soal kualitas dan kemasan. Apapun produk Anda, perhatikan dengan sungguh kualitas serta cara Anda mengemas. Buatlah siapa saja tertarik untuk melihat kemudian membelinya ketika orang-orang melihat produk Anda.

Baca Juga:  UMKM Nusantara dibangun dengan pendekatan Amoeba Business Model

Bisnis skala UMKM pun juga harus menjaga kualitas. Anda perlu menerapkan standar untuk produk UMKM Anda. Standar ini perlu untuk meningkatkan kualitas produk maupun tampilan kemasan dari produk Anda.

3. Manajemen pengembangan

Pengembangan di sini tentu juga mencakup banya hal. Apalagi jika usaha yang Anda jalankan mulai berkembang semakin besar dan Anda berencana untuk membuka cabang. Ini juga perlu Anda rencanakan dengan matang. Jika Anda merencanakannya dengan terburu-buru, kemungkinan besar hanya kerugian yang Anda dapat.

Tidak ada satu pun dari kita yang ingin rugi kan? Jadi, ambil langkah bijaksana sebelum mengambil langkah-langkah untuk melebarkan sayap usaha Anda. Selalu minta nasihat dari para ahli dan cari banyak referensi untuk membabtu Anda menentukan langkah pertama.

4. Manajemen risiko

Apapun yang kita kerjakan, pasti ada risikonya. Begitu pula dengan menjalankan bisnis UMKM. Anda perlu menganalisis risiko-risiko dan masalah-masalah yang kemungkinan terjadi. Dengan demikian, Anda pun akan bisa mengantisipasi kerugian.

Manajemen risiko yang Anda lakukan juga tergantung pada risiko apa yang menjadi fokus dalam usaha Anda. Risiko yang sudah diantisipasi tentunya akan memberi sedikit saja kerugian pada bisnis yang Anda jalankan. Dengan menganilisis masalah dan risiko, Anda juga bisa lebih tenang menjalankan usaha.

5. Manajemen sumber daya manusia/karyawan

Ini satu hal yang sudah sangat perlu Anda perhatikan, sumber daya manusia (SDM). Anda bisa memaksimalkan SDM/karyawan yang sudah ada dengan memberikan pelatihan secara berkala. Pelatihan-pelatihan penting untuk mengoptimalkan kemampuan mereka.

Usaha Anda memerlukan inovasi dan kreativitas selalu. Dengan SDM yang mumpuni, maka bisnis Anda pun akan mampu bergerak maju. Ketika karyawan meningkat kemampuan dan kreativitasnya, maka akan bermunculan ide guna memperbaiki kualitas produk serta apapun yang bermanfaat untuk kemajuan usaha Anda.

Baca Juga:  Definisi UMKM Naik Kelas, Indikator, dan Model Pendampingan

6. Manajemen pemasaran

Bicara soal pemasaran tidak berhenti pada proses produk sampai di tangan konsumen. Pemasaran di sini juga mencakup adanya kesesuaian keinginan pasar dengan produk yang Anda tawarkan. Di sini lah pentingnya survei pasar sebelum mulai memasarkan.

Ketika Anda tahu apa yang dibutuhkan pasar, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mencipta produk seperti apa dan mengemasnya seperti apa supaya banyak diminati orang. Survei pula seperti apa kompetitor Anda mengemas produknya, sehingga Anda bisa berinovasi memberi dan mencipta yang baru serta unik untuk produk Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa pemasaran yang tepat itu akan menghemat waktu, tenaga dan uang Anda. Misalnya saja, Anda memproduksi sandal berkualitas rendah sehingga hanya bertahan 1 sampai 2 minggu yang Anda tawarkan pada hotel-hotel.

Kasus di atas berarti Anda sudah membuat produksi yang tepat sasaran. Tidak ada orang yang lama tinggal di hotel, sehingga membuat sandal yang hanya tahan 1-2 minggu itu pas. Menjadi tidak pas jika Anda justru membuat sandal dengan bahan kualitas tinggi bagi para pengunjung hotel.

7. Manajemen pemulihan

Ada kalanya usaha yang Anda jalankan berada pada kondisi stagnan, sepi, tidak bisa berkembang dan bisa juga macet. Jika ini yang terjadi, apakah lantas Anda memilih berhenti? Tentu saja itu bukan pilihan bijaksana. Lakukan analisis apa yang menjadi masalah. Analisis secara teliti baik eksternal maupun internal.

Setelah Anda menganalisis, carilah solusinya. Anda bisa meminta pendapat dari ahlinya atau teman dan kerabat serta saudara yang pernah menghadapi hal serupa. Observasi solusi mana yang sekiranya pas untuk masalah yang sedang Anda hadapi dalam usaha.

8. Manajemen keuangan

Baca Juga:  INILAH 7 SEBAB BISNIS BANGKRUT DI TAHUN PERTAMANYA

Ini yang juga membutuhkan manajemen secara baik dan diperhatikan betul. Anda perlu membedakan yang pribadi dengan uang usaha. Jika mencampuradukkannya, tentu Anda tidak bisa mengontrol berapa pengeluaran dan pemasukan dari usaha yang Anda jalankan.

Anda perlu melakukan pencatatan dari segala transaksi yang Anda lakukan. Dengan memisahkan uang pribadi dan uang usaha, maka Anda pun akan mudah mengetahui berapa laba yang Anda dapatkan setiap minggu atau setiap bulan. Semakin besar usaha Anda, maka alur keuangan Anda akan menjadi semakin kompleks.

Jika Anda tidak mengaturnya mulai sekarang, maka Anda akan kebingungan melakukan pengecekan setiap bulannya dibagian keuangan. Buatlah laporan sederhana yang memudahkan Anda mengecek pengelauran dan pemasukan setiap bulannya. Setelah usaha Anda berkembang, Anda bisa menggunakan tenaga profesional.

Cobalah menerapkan tips-tips manajemen pada beberapa hal di atas saat Anda menjalankan UMKM. Ada baiknya juga Anda mencari referensi lain dari berbagai sumber seperti buku, website atau langsung dari ahlinya. Kuncinya, jangan lelah belajar dan terus menggali ilmu untuk memajukan usaha Anda.

Tanpa mengambil langkah pertama, tidak seorangpun dari kita yang akan tiba di suatu temapt. Begitu juga dengan manajemen bisnis UMKM ini. Tanpa mengawalinya, Anda tidak akan pernah mulai memanajemen usaha Anda dengan baik.

Pikirkan masa depan serta keuntungan yang bisa Anda raih dengan manajamen bisnis UMKM yang baik. Pikirkan pula akhirnya Anda bisa menghindar dari hal-hal yang menyebabkan usaha Anda rugi dan bangkrut. Teruslah meminta saran dari ahlinya dan selamat mencoba manajemen bisnis bagi UMKM!